Berita / Umum

Wagub NTT Pimpin Pertemuan Persiapan Deklarasi Damai, Perkuat Persatuan dan Hentikan Konflik Sosial di Kabupaten Alor

Penulis
Marthen J. Manilau
5 x dilihat
Thumbnail Berita

Kalabahi, 23 Juni 2026 – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, (NTT),  Irjen Pol. (Purn) Dr. Drs.  Jhoni Asadoma, M.Hum., memimpin pertemuan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, para kepala sekolah, serta perwakilan siswa se-Kabupaten Alor di Kalabahi, Senin (22/6/2026). Pertemuan tersebut dilaksanakan sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan Deklarasi Damai guna memperkuat persatuan dan menghentikan konflik sosial yang terjadi di Kabupaten Alor.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur NTTIrjen Pol. (Purn) Dr. Drs.  Jhoni Asadoma, M.Hum.,  menegaskan bahwa deklarasi damai merupakan respons konkret pemerintah terhadap situasi sosial yang belakangan menimbulkan keresahan dan rasa tidak aman di tengah masyarakat. Menurutnya, konflik sosial tidak hanya berdampak pada terganggunya kehidupan bermasyarakat, tetapi juga mempengaruhi sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

“Alor adalah salah satu destinasi unggulan pariwisata NTT. Citra daerah yang aman, damai, dan nyaman harus kita jaga bersama agar wisatawan terus datang. Hal ini berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pendapatan daerah,” ujar Wakil Gubernur.

Ia juga menyoroti besarnya anggaran yang harus dialokasikan untuk menangani dampak konflik sosial. Menurutnya, anggaran tersebut akan lebih bermanfaat apabila digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur mengajak seluruh elemen pendidikan, khususnya sekolah dan orang tua, untuk memperkuat sinergi dalam pembinaan moral dan karakter generasi muda.

“Sekolah harus tegas menegakkan disiplin. Pembinaan dilakukan dengan kasih sayang, namun pelanggaran berat harus ditindak tepat agar ada efek jera,” tegasnya.

Selain itu, Wakil Gubernur juga meminta lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, dan berbagai komunitas untuk terus menyuarakan pesan-pesan perdamaian serta menghidupkan kembali semangat slogan daerah, “ALOR: Alamnya Lestari, Orangnya Ramah”.

Pertemuan tersebut turut menjadi wadah menjaring berbagai masukan dan rekomendasi strategis dari lintas sektor guna memastikan gerakan deklarasi damai tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi berlanjut dalam bentuk aksi nyata yang berkelanjutan.

Dari unsur TNI dan Polri, disampaikan usulan agar pasca-deklarasi damai diisi dengan berbagai kegiatan produktif bagi generasi muda, seperti olahraga pelajar, lomba antar desa, penyediaan ruang kreativitas, edukasi bijak bermedia sosial di sekolah, pelibatan kepala desa di wilayah rawan konflik, hingga pencanangan Program Kampung Aman.

Sementara itu, unsur Kejaksaan dan Kementerian Agama menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam memperkuat penegakan disiplin sekolah, sosialisasi hukum kepada masyarakat, serta penguatan pendidikan karakter yang berbasis nilai-nilai keagamaan.

Masukan konstruktif juga disampaikan oleh pihak sekolah. Kepala SMKN 1 Kalabahi dan Kepala SMAN 3 Kalabahi mengusulkan pembentukan rumah singgah bagi anak-anak yang membutuhkan pembinaan khusus, pembukaan balai latihan kerja, pengaktifan kembali gerakan jam belajar masyarakat, serta pelatihan pemanfaatan potensi lokal, termasuk pengolahan bambu sebagai sumber ekonomi produktif.

Menanggapi berbagai masukan dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, SH. M.H menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Alor untuk terus mengambil langkah-langkah dalam mengendalikan konflik sosial dan menjaga stabilitas daerah.

“Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) harus menjadi teladan kedamaian dan berharap insan pers ikut membangun citra positif Alor melalui pemberitaan yang edukatif,” tegas Wakil Bupati.

Menutup pertemuan tersebut, Wakil Gubernur NTT menyampaikan apresiasi atas seluruh gagasan dan usulan yang disampaikan para peserta. Ia menegaskan bahwa keberhasilan gerakan deklarasi damai hanya dapat dicapai melalui kolaborasi dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

“Kita membutuhkan kerja sama semua pihak agar deklarasi damai berjalan sukses dan tidak ada lagi perang antar-kampung di Alor. Sebagai bentuk komitmen, saya akan turun langsung ke beberapa titik konflik untuk berdialog dan menemui masyarakat di sana secara langsung,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Alor berharap Deklarasi Damai yang akan dilaksanakan menjadi momentum penting dalam memperkuat persatuan, menjaga keamanan daerah, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Sekretariat Daerah Kabupaten Alor

Penulis           : Robert A. Meok

Editor              : Marthen J. Manilau

Fotografer      : Dokumentasi Prokompim –Robert A. Meok.