Rabu, 19 Agustus 2026
Kalabahi, prokompim.alorkab.go.id — Pawai
Karnaval dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan
Republik Indonesia tingkat Kabupaten Alor, Selasa (18/8/2026), berlangsung
dalam suasana berbeda dari perayaan tahun-tahun sebelumnya. Ribuan peserta
turun ke jalan dengan mengenakan busana berwarna hitam sebagai bentuk
solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat di tanah Flores yang sedang
menghadapi bencana gempa bumi.
Pawai
yang mengusung tema “Doa untuk Flores”
tersebut diikuti ribuan peserta yang terdiri atas pelajar, mahasiswa,
organisasi kepemudaan, paguyuban, serta aparatur sipil negara (ASN) dari
berbagai perangkat daerah, kelurahan dan kecamatan di Kabupaten Alor.
Peserta
memulai perjalanan dari halaman SMA
Jibrael Santo Yoseph Kalabahi dan bergerak menuju garis akhir di Stadion Mini Kalabahi. Sepanjang rute,
suasana pawai tidak diwarnai kemeriahan seperti karnaval pada umumnya. Busana
hitam yang dikenakan para peserta menjadi simbol duka, empati dan solidaritas
masyarakat Alor terhadap saudara-saudara di Flores yang terdampak bencana.
Setibanya
di Stadion Mini Kalabahi, para peserta diterima langsung oleh Bupati Alor, Wakil Bupati Alor, Sekretaris
Daerah Kabupaten Alor, para pimpinan perangkat daerah, serta sejumlah undangan
lainnya.
Sekretaris
Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely,
S.Sos., M.Si., dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan pawai tahun ini
merupakan bentuk kebersamaan dan solidaritas masyarakat Alor terhadap
masyarakat Flores yang sedang mengalami musibah.
“Ini
merupakan bentuk rasa kebersamaan dan solidaritas kita bagi semua basudara
masyarakat di tanah Flores yang mengalami musibah bencana gempa bumi. Kita
mendoakan agar seluruh masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan
pemulihan atas musibah ini,” ujar Sekda.
Ia
menjelaskan, suasana pawai sengaja dibuat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, semangat perayaan kemerdekaan tetap harus dijaga, namun di tengah
musibah yang dialami masyarakat Flores, masyarakat Alor memilih untuk
mengekspresikan rasa syukur kemerdekaan melalui empati dan doa bersama.
“Berbeda
dengan karnaval pada tahun-tahun sebelumnya. Dalam momentum perayaan HUT
Kemerdekaan ini, tidak mungkin masyarakat Alor bersuka cita dengan berbagai
atraksi, tarian, drum band dan hiburan lainnya, sementara saudara-saudara kita
di tanah Flores sedang dilanda bencana,” ungkapnya.
Karena
itu, pawai yang berlangsung pada sore hari hingga menjelang malam tersebut
diarahkan menjadi momentum untuk bersama-sama mendoakan masyarakat Flores agar
diberikan kekuatan, keselamatan dan pemulihan setelah bencana gempa bumi.
“Melalui
pawai ini, kita ingin menunjukkan bahwa masyarakat Alor tidak hanya merayakan
kemerdekaan, tetapi juga hadir dalam rasa kemanusiaan dan persaudaraan. Kita
bersama-sama mendoakan tanah Flores agar segera dipulihkan,” lanjut Melkisedek.
Rangkaian
kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama secara berantai yang dipimpin
oleh para pemimpin umat beragama di Kabupaten Alor. Doa tersebut menjadi simbol
persatuan masyarakat Alor dalam menyampaikan harapan dan dukungan bagi
masyarakat Flores.
Doa
dari umat Kristen Protestan dipimpin oleh Pdt. Simon Petrus Amung, umat Hindu melalui I Made Warta, umat Muslim oleh Marjuki Kalake, dan umat Katolik oleh RD Ambros B. Ladjar.
Suasana
Stadion Mini Kalabahi semakin khidmat ketika ribuan peserta menyalakan lilin.
Sebagian peserta mengangkat lilin di tengah lapangan, sementara sebagian
lainnya menempatkan lilin di sepanjang bahu jalan.
Cahaya
ribuan lilin yang menerangi suasana malam di Stadion Mini Kalabahi menjadi
simbol harapan dan doa bagi masyarakat Flores yang terdampak gempa bumi.
Lantunan doa terus terdengar mengiringi penyalaan lilin.
Bupati
Alor, Iskandar Lakamau, SH ,M.Si Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, SH. M.H. Sekretaris
DaerahKabupaten Alor, Melkisedek Bely, S.Sos. M.Si, serta para pimpinan
perangkat daerah yang hadir turut menyalakan lilin bersama masyarakat.
Suasana
haru terlihat di tengah ribuan peserta. Sejumlah peserta tampak meneteskan air
mata dan larut dalam doa. Momen tersebut juga diikuti para pelajar dari tingkat
sekolah dasar hingga perguruan tinggi, yang bersama-sama menunjukkan kepedulian
terhadap masyarakat Flores.
Sekretaris
Daerah Kabupaten Alor, Melkisedk Bely, S.Sos. M.Si atas nama Pemerintah Daerah
menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah
mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
“Terima
kasih kepada seluruh komponen masyarakat, para pelajar, mahasiswa, organisasi
kepemudaan, paguyuban, ASN dan semua pihak yang telah terlibat. Ini adalah aksi
nyata yang menunjukkan bahwa persaudaraan dan solidaritas tidak mengenal batas
wilayah,” kata Melkisedek.
Pawai
HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Alor tahun ini pun menjadi lebih dari
sekadar rangkaian perayaan kemerdekaan. Melalui “Doa untuk Flores”, masyarakat Alor menunjukkan bahwa semangat
kemerdekaan juga diwujudkan melalui kepedulian, persaudaraan dan kemanusiaan.(***)
Penulis :
Tim Redaksi Prokompim Setda Kabupaten
Alor
Editor : Redaksi
Prokompim
Foto : Tim Dokumentasi Prokompim