Berita / Umum

Pawai HUT ke-81 RI di Alor Digelar Khidmat, Peserta Kenakan Busana Hitam untuk Solidaritas Flores

Penulis
Marthen J. Manilau
21 x dilihat
Thumbnail Berita

Rabu, 19 Agustus 2026

Kalabahi, prokompim.alorkab.go.id — Pawai Karnaval dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Alor, Selasa (18/8/2026), berlangsung dalam suasana berbeda dari perayaan tahun-tahun sebelumnya. Ribuan peserta turun ke jalan dengan mengenakan busana berwarna hitam sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat di tanah Flores yang sedang menghadapi bencana gempa bumi.

Pawai yang mengusung tema “Doa untuk Flores” tersebut diikuti ribuan peserta yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, paguyuban, serta aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai perangkat daerah, kelurahan dan kecamatan di Kabupaten Alor.

Peserta memulai perjalanan dari halaman SMA Jibrael Santo Yoseph Kalabahi dan bergerak menuju garis akhir di Stadion Mini Kalabahi. Sepanjang rute, suasana pawai tidak diwarnai kemeriahan seperti karnaval pada umumnya. Busana hitam yang dikenakan para peserta menjadi simbol duka, empati dan solidaritas masyarakat Alor terhadap saudara-saudara di Flores yang terdampak bencana.

Setibanya di Stadion Mini Kalabahi, para peserta diterima langsung oleh Bupati Alor, Wakil Bupati Alor, Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, para pimpinan perangkat daerah, serta sejumlah undangan lainnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan pawai tahun ini merupakan bentuk kebersamaan dan solidaritas masyarakat Alor terhadap masyarakat Flores yang sedang mengalami musibah.

“Ini merupakan bentuk rasa kebersamaan dan solidaritas kita bagi semua basudara masyarakat di tanah Flores yang mengalami musibah bencana gempa bumi. Kita mendoakan agar seluruh masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan pemulihan atas musibah ini,” ujar Sekda.

Ia menjelaskan, suasana pawai sengaja dibuat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, semangat perayaan kemerdekaan tetap harus dijaga, namun di tengah musibah yang dialami masyarakat Flores, masyarakat Alor memilih untuk mengekspresikan rasa syukur kemerdekaan melalui empati dan doa bersama.

“Berbeda dengan karnaval pada tahun-tahun sebelumnya. Dalam momentum perayaan HUT Kemerdekaan ini, tidak mungkin masyarakat Alor bersuka cita dengan berbagai atraksi, tarian, drum band dan hiburan lainnya, sementara saudara-saudara kita di tanah Flores sedang dilanda bencana,” ungkapnya.

Karena itu, pawai yang berlangsung pada sore hari hingga menjelang malam tersebut diarahkan menjadi momentum untuk bersama-sama mendoakan masyarakat Flores agar diberikan kekuatan, keselamatan dan pemulihan setelah bencana gempa bumi.

“Melalui pawai ini, kita ingin menunjukkan bahwa masyarakat Alor tidak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga hadir dalam rasa kemanusiaan dan persaudaraan. Kita bersama-sama mendoakan tanah Flores agar segera dipulihkan,” lanjut Melkisedek.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama secara berantai yang dipimpin oleh para pemimpin umat beragama di Kabupaten Alor. Doa tersebut menjadi simbol persatuan masyarakat Alor dalam menyampaikan harapan dan dukungan bagi masyarakat Flores.

Doa dari umat Kristen Protestan dipimpin oleh Pdt. Simon Petrus Amung, umat Hindu melalui I Made Warta, umat Muslim oleh Marjuki Kalake, dan umat Katolik oleh RD Ambros B. Ladjar.

Suasana Stadion Mini Kalabahi semakin khidmat ketika ribuan peserta menyalakan lilin. Sebagian peserta mengangkat lilin di tengah lapangan, sementara sebagian lainnya menempatkan lilin di sepanjang bahu jalan.

Cahaya ribuan lilin yang menerangi suasana malam di Stadion Mini Kalabahi menjadi simbol harapan dan doa bagi masyarakat Flores yang terdampak gempa bumi. Lantunan doa terus terdengar mengiringi penyalaan lilin.

Bupati Alor, Iskandar Lakamau, SH ,M.Si Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, SH. M.H. Sekretaris DaerahKabupaten Alor, Melkisedek Bely, S.Sos. M.Si, serta para pimpinan perangkat daerah yang hadir turut menyalakan lilin bersama masyarakat.

Suasana haru terlihat di tengah ribuan peserta. Sejumlah peserta tampak meneteskan air mata dan larut dalam doa. Momen tersebut juga diikuti para pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, yang bersama-sama menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Flores.

Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedk Bely, S.Sos. M.Si atas nama Pemerintah Daerah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat, para pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, paguyuban, ASN dan semua pihak yang telah terlibat. Ini adalah aksi nyata yang menunjukkan bahwa persaudaraan dan solidaritas tidak mengenal batas wilayah,” kata Melkisedek.

Pawai HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Alor tahun ini pun menjadi lebih dari sekadar rangkaian perayaan kemerdekaan. Melalui “Doa untuk Flores”, masyarakat Alor menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan juga diwujudkan melalui kepedulian, persaudaraan dan kemanusiaan.(***)

Penulis         :  Tim Redaksi Prokompim Setda Kabupaten Alor
Editor           :  Redaksi Prokompim
Foto             :  Tim Dokumentasi Prokompim