Berita / Umum

Ketua TP PKK Alor Dorong Gerakan Bersama Kembalikan Anak ke Sekolah

Penulis
Marthen J. Manilau
83 x dilihat
Thumbnail Berita

Kamis, 8 Oktober 2026

MORU, ALOR BARAT DAYA, prokompim.alorkab.go.id — Ketua TP PKK Kabupaten Alor yang juga Bunda Literasi Kabupaten Alor Periode 2026-2030, Ny. Lidya Siawan Winaryo, mendorong keterlibatan bersama pemerintah, keluarga, sekolah, PKK, Posyandu, RT/RW dan masyarakat dalam mengembalikan anak yang tidak bersekolah agar kembali memperoleh hak pendidikan.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Kampanye Sadar Pendidikan melalui Gerakan Terpadu “Kembalikan Anak Alor Raih Impian” di Aula Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Kasih Ibu, Kelurahan Moru, Kecamatan Alor Barat Daya, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Camat Alor Barat Daya, Yapi Nikodas Hinglir, S.P., dan turut dihadiri Staf Ahli TP PKK Kabupaten Alor, Heriyantho Sir, S.KM., bersama Pengurus Pokja II TP PKK kabupaten, Lurah Moru, Abdul Rajab Kinanggi, S.H., bersama jajaran Pemerintah Kelurahan Moru, Job Office Manager PT. Cendana Indopearls, Siti Jamila Maro, Ketua TP PKK Kecamatan ABAD, Welmince Hinglir Mela, SE yang juga sebagai Bunda Paud Kecamatan ABAD, para kader Posyandu, Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, para pendidik serta undangan lainnya.

Dalam arahannya, Lidya Winaryo mengatakan bahwa anak yang tidak bersekolah memiliki latar belakang persoalan yang berbeda. Faktor ekonomi keluarga, kurangnya dukungan, kondisi keluarga maupun lingkungan dapat menjadi penyebab anak terhenti dari pendidikan.

Namun, apa pun penyebabnya, menurut Lidya, anak-anak tersebut tetap merupakan bagian dari masa depan daerah yang harus mendapatkan perhatian dan pendampingan.

“Apa pun alasannya, mereka tetap anak-anak kita. Mereka adalah bagian dari masa depan Kelurahan Moru dan masa depan Kabupaten Alor.”

Karena itu, Lidya mengajak seluruh unsur masyarakat tidak berhenti pada pendataan, tetapi bersama-sama mencari solusi agar anak dapat kembali ke sekolah.

Menurutnya, RT/RW memiliki peran penting karena paling dekat dengan masyarakat. Kader PKK dan Posyandu juga memiliki akses langsung kepada keluarga, sementara guru memahami kebutuhan pendidikan dan perkembangan anak.

Pemerintah kelurahan dan kecamatan, lanjutnya, perlu mengoordinasikan berbagai dukungan agar persoalan yang dihadapi anak dan keluarga dapat ditangani secara bersama.

“Ketika kita menemukan seorang anak yang tidak sekolah, jangan berhenti pada pertanyaan mengapa anak ini tidak sekolah. Mari kita lanjutkan dengan pertanyaan: apa yang bisa kita lakukan agar anak ini kembali ke sekolah.”ujarnya.

Lidya Winaryo juga mengingatkan agar pendekatan kepada keluarga dilakukan secara persuasif dan tidak menghakimi. Keluarga perlu didatangi, didengarkan persoalannya, kemudian dibangun komunikasi dengan sekolah dan pemerintah untuk menemukan jalan keluar.

Ia meminta para guru menyambut anak-anak yang kembali ke sekolah dengan baik serta membantu mereka mengejar ketertinggalan.

Sementara itu, Camat Alor Barat Daya, Yapi Nikodas Hinglir, S.P., mengatakan bahwa pembangunan daerah tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia.

Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak memperoleh pendidikan dan pemenuhannya merupakan tanggung jawab bersama.

Karena itu, Camat meminta Pemerintah Kelurahan Moru bersama para Ketua RT/RW melakukan pendataan secara terstruktur terhadap anak yang tidak bersekolah, termasuk mengetahui tempat tinggal, lingkungan dan penyebab mereka tidak melanjutkan pendidikan.

“Cari anak-anak yang tidak sekolah. Data mereka. Identifikasi RT tempat mereka tinggal. Koordinasikan dengan sekolah dan cari tahu penyebab mereka tidak sekolah, kemudian bersama-sama mencari jalan keluar.”

Menurutnya, pendataan yang dilakukan sampai tingkat RT akan memudahkan pemerintah mengetahui kondisi secara lebih jelas sekaligus menentukan langkah pendampingan yang sesuai.

Camat berharap gerakan “Kembalikan Anak Alor Raih Impian” tidak berhenti di Kelurahan Moru, tetapi dapat dikembangkan ke desa-desa lain di wilayah Kecamatan Alor Barat Daya.

Dalam kesempatan tersebut Lurah Moru, Abdul Rajab Kinanggi, S.H., dalam sapaan menyampaikan apresiasi atas perhatian TP PKK dan Pemerintah Kabupaten Alor terhadap persoalan pendidikan di wilayahnya.

Ia menegaskan bahwa upaya mengembalikan anak ke sekolah merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan dukungan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, kader serta berbagai pihak lainnya.

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting agar berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk dukungan terhadap kegiatan Posyandu dan pelayanan dasar, dapat ditangani secara bertahap.

Kampanye Sadar Pendidikan di Moru menegaskan bahwa mengembalikan anak ke sekolah harus dimulai dari lingkungan terdekat. RT dan RW mengenali warganya, kader PKK dan Posyandu dekat dengan keluarga, guru memahami kebutuhan pendidikan anak, sementara pemerintah mengoordinasikan dukungan.

Dengan gerakan bersama dan pendataan yang baik, anak-anak yang selama ini terlewatkan dapat ditemukan, didampingi dan kembali memperoleh kesempatan untuk belajar serta meraih cita-citanya.

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Sekretariat Daerah Kabupaten Alor

Oleh   : Tim Redaksi

Editor : Tim Redaksi (Marthen J. Manilau,SH)

Foto   : Dokumentasi  Prokompim Setda Alor