Rabu, 19
Agustus 2026
Kalabahi,
prokompim.alorkab.go.id — Aksi solidaritas
masyarakat Kabupaten Alor untuk korban bencana gempa bumi di Flores tidak
berhenti pada doa dan penyalaan ribuan lilin. Dari kegiatan “Doa untuk Flores” yang digelar dalam
rangkaian Pawai HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat secara
spontan mengumpulkan donasi sebesar Rp60.048.500,
ditambah satu koper berisi pakaian dewasa dan anak-anak.
Donasi tersebut merupakan bentuk
kepedulian masyarakat Alor terhadap saudara-saudara di Flores yang tengah
menghadapi dampak bencana gempa bumi. Pengumpulan dana berlangsung secara
spontan setelah rangkaian doa lintas agama dan penyalaan lilin di Stadion Mini
Kalabahi, Selasa (18/8/2026).
Suasana yang sebelumnya dipenuhi
doa dan cahaya ribuan lilin kemudian berlanjut menjadi gerakan solidaritas
nyata. Peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa,
organisasi kepemudaan, paguyuban hingga ASN, turut mengambil bagian dalam
pengumpulan donasi tersebut.
Kepedulian itu kemudian
ditindaklanjuti dengan pengumpulan dan pemeriksaan dana secara administratif
untuk memastikan jumlah donasi yang terkumpul dapat dipertanggungjawabkan.
Berdasarkan hasil perhitungan dan
pemeriksaan kas donasi, dana yang terkumpul mencapai Rp60.048.500 atau enam
puluh juta empat puluh delapan ribu lima ratus rupiah.
Dana tersebut berasal dari
berbagai pecahan uang yang dikumpulkan secara spontan dari peserta dan
masyarakat yang hadir. Selain uang tunai, terkumpul pula satu koper besar berisi pakaian orang dewasa
dan anak-anak untuk membantu kebutuhan masyarakat yang terdampak
bencana.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban
dan tindak lanjut penyaluran bantuan, seluruh donasi yang terkumpul kemudian
dibawa ke Kantor Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Alor pada malam yang sama setelah
kegiatan berlangsung.
Penyerahan bantuan dilakukan
melalui Berita Acara Penyerahan Donasi
untuk Korban Bencana Gempa Flores. Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, S.H., M.H., atas nama
Pemerintah Daerah Kabupaten Alor, menyerahkan donasi tersebut kepada Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Alor, Obed
Bolang, S.H., M.A.P.
Penyerahan tersebut disaksikan
oleh Inspektur Daerah Kabupaten Alor,
Romelus Djobo, S.E., dan Kepala
Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Alor, Fredi Izak Lahal, S.H.
Turut hadir dalam penyerahan
tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten
Alor, Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si., serta Staf Ahli Bupati Bidang Sosial dan Kemasyarakatan, Dewi Paulina Riwoe
Odja, S.E.
Administrasi penyerahan juga
dilengkapi dengan Berita Acara
Pemeriksaan Kas Donasi untuk Bencana Alam Gempa Flores, yang
ditandatangani oleh Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo dan Sekretaris Daerah
Kabupaten Alor Melkisedek Bely.
Solidaritas tersebut menunjukkan
bahwa kepedulian masyarakat Alor terhadap masyarakat Flores tidak hanya
diwujudkan melalui doa, tetapi juga melalui aksi nyata.
Sebelumnya, dalam rangkaian Pawai
HUT ke-81 Kemerdekaan RI bertema “Doa
untuk Flores”, ribuan peserta mengenakan busana hitam sebagai simbol
duka dan solidaritas. Setelah tiba di Stadion Mini Kalabahi, para peserta
mengikuti doa lintas agama yang dipimpin oleh Pdt. Simon Petrus Amung dari umat Kristen Protestan, I Made Warta dari Parisada Hindu
Dharma, Marjuki Kalake dari umat
Muslim, dan RD Ambros B. Ladjar
dari umat Katolik.
Rangkaian doa tersebut dilanjutkan
dengan penyalaan ribuan lilin. Bupati Alor, Wakil Bupati Alor, Sekretaris
Daerah, para pimpinan perangkat daerah dan ribuan peserta turut menyalakan
lilin sebagai simbol harapan bagi masyarakat Flores yang terdampak gempa.
Di tengah suasana khidmat dan haru
tersebut, muncul inisiatif spontan untuk mengumpulkan bantuan. Tanpa
direncanakan sebagai bagian utama dari pawai, masyarakat yang hadir tergerak
memberikan sebagian yang mereka miliki untuk membantu saudara-saudara mereka di
Flores.
Hasilnya, terkumpul dana Rp60.048.500 serta satu koper pakaian.
Bantuan tersebut selanjutnya dipercayakan kepada BPBD Kabupaten Alor untuk
diteruskan kepada masyarakat yang menjadi korban bencana gempa bumi di Flores.
Bagi masyarakat Alor, aksi
tersebut menjadi gambaran nyata semangat persaudaraan dalam momentum peringatan
kemerdekaan. Di saat suasana duka menyelimuti sebagian masyarakat di Flores,
masyarakat Alor memilih untuk hadir melalui doa, empati dan kepedulian.
Doa
untuk Flores akhirnya tidak hanya menjadi ungkapan harapan, tetapi berbuah
menjadi aksi nyata kemanusiaan.(***)
Penulis : Tim Redaksi Prokompim Setda Kabupaten Alor
Editor : Redaksi
Prokompim
Foto : Tim
Dokumentasi Prokompim