Rabu, 19 Agustus 2026
Kalabahi, prokompim.alorkab.go.id —
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus mendorong penguatan literasi dan
inklusi keuangan masyarakat melalui gerakan Hari Indonesia Menabung. Komitmen
tersebut ditegaskan dalam Puncak Hari
Indonesia Menabung Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2026 yang dibuka
secara resmi oleh Gubernur NTT Melkisedek
Laka Lena dan dipusatkan di Kabupaten Rote Ndao, Rabu (19/8/2026).
Puncak
Hari Indonesia Menabung tersebut diikuti secara daring oleh pemerintah
kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Timur. Di Kabupaten Alor, kegiatan dipusatkan
di halaman SD GMIT Wolwal, Kecamatan
Alor Barat Daya, dengan melibatkan jajaran Pemerintah Kabupaten Alor,
Bank NTT, pihak sekolah, guru, pemerintah desa, para pelajar serta insan pers.
Dalam
sambutannya, Gubernur NTT Melkisedek
Laka Lena menegaskan bahwa peningkatan akses terhadap layanan keuangan
harus menjadi gerakan bersama seluruh daerah di Nusa Tenggara Timur.
Menurutnya, anak-anak di seluruh pelosok NTT harus memperoleh kesempatan yang
sama untuk mengenal, memiliki dan menggunakan layanan keuangan formal sejak
usia dini.
“Peningkatan
akses keuangan harus menjadi gerakan seluruh daerah. Anak-anak kita di manapun
mereka tinggal, di seluruh NTT, di setiap sudut, harus memperoleh kesempatan
yang sama untuk mengenal, memiliki dan memakai layanan keuangan formal sejak
dini,” tegas Gubernur.
Menurut
Gubernur, budaya menabung bukanlah sesuatu yang baru bagi masyarakat NTT.
Generasi sebelumnya telah mengenal gerakan menabung melalui program Tabanas.
Semangat tersebut kini diteruskan melalui berbagai inovasi layanan keuangan,
salah satunya Simpanan Pelajar (SimPel)
yang diperuntukkan bagi pelajar.
Gubernur
mengatakan, keberadaan SimPel diharapkan tidak sekadar memberikan rekening
kepada pelajar, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk kebiasaan menabung
sekaligus memperkenalkan pengelolaan keuangan sejak usia sekolah.
Dalam
momentum Hari Indonesia Menabung Tahun 2026, Pemerintah Provinsi NTT mendorong
penguatan program satu rekening bagi satu pelajar dengan target pembukaan
sekitar 208.000 rekening SimPel baru
bagi siswa-siswi di seluruh kabupaten/kota se-NTT.
Namun,
Gubernur menekankan bahwa keberhasilan gerakan tersebut tidak semata-mata
diukur berdasarkan jumlah rekening yang dibuka.
“Target
tersebut adalah angka yang besar, namun pemerintah provinsi bukan hanya
mengejar jumlah. Kita harus memastikan bahwa rekening yang dibuka itu membangun
kebiasaan baru bagi anak-anak kita untuk sejak dini mengenal pengelolaan
keuangan sejak sekolah,” ujarnya.
Sementara
itu, Direktur Utama BPD Bank NTT,
Charlie Paulus, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT,
pemerintah kabupaten/kota, OJK, Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan
(LPS), dunia pendidikan serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan
Hari Indonesia Menabung Tahun 2026.
Menurutnya,
kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi NTT karena gerakan menabung
dilaksanakan secara serentak dengan melibatkan seluruh daerah.
Ia
menegaskan bahwa menabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi merupakan bagian
dari kemampuan mengelola keuangan secara baik sebagai bekal mempersiapkan masa
depan.
“Menabung
itu bukan sekadar memiliki uang, tetapi bagaimana kita mengelola keuangan kita
secara baik. Biarlah menabung menjadi bagian dari persiapan untuk masa depan,”
pesannya kepada para pelajar.
Dirut
Bank NTT juga mengajak anak-anak dan generasi muda untuk mempersiapkan masa
depan sejak dini melalui kebiasaan positif, termasuk menabung dan belajar
mengelola keuangan secara bijak.
Ia
menyampaikan apresiasi dan kebanggaan Bank NTT atas pelaksanaan pembukaan
rekening SimPel secara serentak yang menjadi bagian dari upaya Nusa Tenggara
Timur mencatatkan capaian pada Museum
Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Menurutnya,
pencapaian tersebut bukan sekadar persoalan rekor, tetapi harus dimaknai
sebagai momentum untuk membangun gerakan menabung yang memberikan manfaat nyata
bagi generasi muda NTT.
“Kita
bangga bahwa Bank NTT dapat mencatatkan diri dalam rekor untuk kegiatan hari
ini. Namun yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak kita ke depan dapat
terus membangun kebiasaan yang baik untuk masa depan mereka,” ujarnya.
Dirut
Bank NTT juga menyampaikan keprihatinan terhadap musibah gempa bumi yang
melanda sejumlah wilayah di Pulau Flores. Ia mengapresiasi para pegawai Bank
NTT yang tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat dan nasabah di tengah
kondisi bencana.
Menurutnya,
semangat pelayanan dan kebersamaan tersebut merupakan bagian dari komitmen Bank
NTT untuk tetap hadir bersama masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Sejalan
dengan pesan Gubernur NTT dan Bank NTT, Wakil
Bupati Alor Rocky Winaryo, S.H., M.H., mengajak para pelajar dan
generasi muda di Kabupaten Alor untuk menjadikan menabung sebagai budaya dalam
kehidupan sehari-hari.
Menurut
Rocky, menabung tidak sekadar menyisihkan uang, tetapi juga merupakan bagian
dari pendidikan karakter yang mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab,
kemampuan mengendalikan keinginan serta perencanaan masa depan.
“Menabung
harus kita bangun menjadi sebuah kebiasaan dan budaya sejak dini. Anak-anak dan
generasi muda perlu diajarkan bahwa setiap rupiah yang disisihkan hari ini
merupakan bagian dari persiapan untuk masa depan,” ujar Rocky.
Ia
mengatakan, perkembangan teknologi dan semakin mudahnya akses terhadap layanan
keuangan harus diimbangi dengan pemahaman yang baik. Karena itu, literasi
keuangan harus berjalan seiring dengan inklusi keuangan.
“Kita
tidak hanya ingin masyarakat menjadi pengguna layanan keuangan, tetapi juga
menjadi masyarakat yang cerdas dalam mengambil keputusan keuangan. Literasi
keuangan harus berjalan seiring dengan inklusi keuangan,” katanya.
Wakil
Bupati juga mengajak keluarga dan sekolah untuk menjadi lingkungan utama dalam
membentuk kebiasaan menabung. Anak-anak perlu dibiasakan menyisihkan sebagian
uang yang dimiliki dan tidak hanya menabung ketika memiliki kelebihan.
“Mari
kita mulai dari hal yang sederhana. Tidak harus menunggu memiliki uang yang
banyak untuk menabung. Yang paling penting adalah membangun kebiasaan,
konsisten dan memiliki tujuan,” ungkapnya.
Ia
berharap Hari Indonesia Menabung tidak berhenti pada kegiatan seremonial,
tetapi menjadi gerakan bersama yang terus dilakukan di sekolah, keluarga dan
lingkungan masyarakat.
Sementara
itu, Pimpinan Bank NTT Cabang Kalabahi Glanthyano
S.R. Ndoen mengatakan, pelaksanaan Hari Indonesia Menabung menjadi
momentum untuk memperluas pembukaan rekening SimPel sekaligus meningkatkan
literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar Kabupaten Alor.
Ia
menjelaskan, pembukaan rekening SimPel dilakukan secara serentak di seluruh
NTT. Untuk Kabupaten Alor, alokasi awal berada pada kisaran 6.000 rekening.
Namun,
setelah dilakukan proses cleansing berupa pemutakhiran dan validasi
data, jumlah rekening yang berhasil dihimpun di Kabupaten Alor mencapai sekitar
8.000 rekening yang telah dinyatakan
bersih dan valid.
Glanthyano
menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak akan berhenti pada kegiatan
seremonial. Bank NTT Cabang Kalabahi akan melanjutkan gerakan tersebut melalui
edukasi dan pelayanan dari sekolah ke sekolah.
“Setelah
ini kita tidak terbatas sampai pada kegiatan seremonial saja. Kita akan terus
bergerak dari sekolah ke sekolah sebagai langkah konkret kita sebagai Bank NTT
untuk mendukung pemerintah daerah, khususnya dalam literasi dan inklusi
keuangan,” ujar Glanthyano.
Ia
juga mengajak para guru dan orang tua untuk ikut membangun kebiasaan menabung
pada anak-anak. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat dimulai dengan menyisihkan
sebagian uang saku secara rutin.
“Jangan
menabung dari sisa uang yang hampir habis. Ketika menerima uang, sisihkan
terlebih dahulu untuk ditabung. Misalnya dari Rp100.000, bisa disisihkan 10
sampai 20 persen untuk ditabung,” jelasnya.
Menurut
Glanthyano, melalui SimPel, anak-anak tidak hanya diperkenalkan pada kebiasaan
menabung, tetapi juga mulai mengenal layanan perbankan dan belajar mengelola
keuangan secara sederhana.
Bank
NTT Cabang Kalabahi, lanjutnya, siap terus mendukung Pemerintah Kabupaten Alor
dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, terutama di
kalangan pelajar.
Di
Kabupaten Alor, Puncak Hari Indonesia Menabung Provinsi NTT Tahun 2026
dipusatkan di halaman SD GMIT Wolwal,
Kecamatan Alor Barat Daya, dengan mengikuti agenda utama secara daring
melalui Zoom Meeting dari Kabupaten Rote Ndao.
Kegiatan
tersebut dihadiri Bupati Alor Iskandar
Lakamau, S.H., M.Si., didampingi istri, Ny. Fifia M. S. Selly, Wakil
Bupati Alor Rocky Winaryo, S.H., M.H.,
bersama istri yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Alor, Ny. Lidia
Siawan Winaryo, serta Pimpinan Bank NTT Cabang Kalabahi Glanthyano S.R. Ndoen.
Turut
hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah
Kabupaten Alor Syafyuddin A.I. Djawa, S.H., Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten
Alor Moh. Ridwan Nampira, S.Sos., Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten
Alor Ferdy I. Lahal, S.H., Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Alor sekaligus
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor Mas Nurdin, S.T., Kepala SD GMIT
Wolwal Magdalena Manubulu, S.Pd.SD., bersama jajaran guru, Ketua Majelis Jemaat
Ebenhaezer Wolwal, Pdt. Lukas Leba, S, Th. Kepala Desa Wolwal, para pelajar SD
dan TK serta insan pers.
Kegiatan
yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut memberikan kesempatan kepada
para pelajar untuk mengikuti langsung rangkaian Hari Indonesia Menabung sekaligus
mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menabung dan mengelola keuangan sejak
dini.
Puncak
Hari Indonesia Menabung Tahun 2026 juga berlangsung dalam suasana keprihatinan
atas musibah gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Flores pada 15
Agustus 2026.
Dalam
sambutannya, Gubernur NTT menyampaikan solidaritas kepada masyarakat Flores
yang terdampak bencana. Atas nama Pemerintah dan masyarakat NTT, Gubernur
menegaskan bahwa masyarakat Flores tidak sendiri dalam menghadapi musibah
tersebut.
Gubernur
menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan penanganan di berbagai wilayah
terdampak dengan dukungan Pemerintah Pusat serta berbagai kementerian dan
lembaga.
Pesan
solidaritas tersebut turut menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam
kegiatan di Kabupaten Alor. Sebagai bagian dari keluarga besar Nusa Tenggara
Timur, masyarakat Alor turut menyampaikan dukungan dan doa bagi masyarakat
Flores yang terdampak.
Puncak
Hari Indonesia Menabung Provinsi NTT Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum
untuk membangun budaya menabung yang berkelanjutan di seluruh daerah.
Gerakan
tersebut tidak berhenti pada pembukaan rekening, tetapi diarahkan untuk
membentuk kebiasaan baru bagi generasi muda dalam mengelola keuangan secara
bijak. Dari sekolah, budaya menabung diharapkan tumbuh dalam keluarga dan
masyarakat, sehingga melahirkan generasi NTT yang lebih disiplin, mandiri dan
siap mempersiapkan masa depan.
Penulis :
Tim Redaksi Prokompim Setda Kabupaten
Alor
Editor : Redaksi
Prokompim
Foto : Tim Dokumentasi Prokompim