Berita / Umum

Buka Puncak Hari Indonesia Menabung NTT 2026, Wakil Bupati Alor Ajak Generasi Muda Bangun Budaya Menabung

Penulis
Marthen J. Manilau
183 x dilihat
Thumbnail Berita

Rabu, 19 Agustus 2026

Kalabahi, prokompim.alorkab.go.id — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui gerakan Hari Indonesia Menabung. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Puncak Hari Indonesia Menabung Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2026 yang dibuka secara resmi oleh Gubernur NTT Melkisedek Laka Lena dan dipusatkan di Kabupaten Rote Ndao, Rabu (19/8/2026).

Puncak Hari Indonesia Menabung tersebut diikuti secara daring oleh pemerintah kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Timur. Di Kabupaten Alor, kegiatan dipusatkan di halaman SD GMIT Wolwal, Kecamatan Alor Barat Daya, dengan melibatkan jajaran Pemerintah Kabupaten Alor, Bank NTT, pihak sekolah, guru, pemerintah desa, para pelajar serta insan pers.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT Melkisedek Laka Lena menegaskan bahwa peningkatan akses terhadap layanan keuangan harus menjadi gerakan bersama seluruh daerah di Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, anak-anak di seluruh pelosok NTT harus memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenal, memiliki dan menggunakan layanan keuangan formal sejak usia dini.

“Peningkatan akses keuangan harus menjadi gerakan seluruh daerah. Anak-anak kita di manapun mereka tinggal, di seluruh NTT, di setiap sudut, harus memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenal, memiliki dan memakai layanan keuangan formal sejak dini,” tegas Gubernur.

Menurut Gubernur, budaya menabung bukanlah sesuatu yang baru bagi masyarakat NTT. Generasi sebelumnya telah mengenal gerakan menabung melalui program Tabanas. Semangat tersebut kini diteruskan melalui berbagai inovasi layanan keuangan, salah satunya Simpanan Pelajar (SimPel) yang diperuntukkan bagi pelajar.

Gubernur mengatakan, keberadaan SimPel diharapkan tidak sekadar memberikan rekening kepada pelajar, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk kebiasaan menabung sekaligus memperkenalkan pengelolaan keuangan sejak usia sekolah.

Dalam momentum Hari Indonesia Menabung Tahun 2026, Pemerintah Provinsi NTT mendorong penguatan program satu rekening bagi satu pelajar dengan target pembukaan sekitar 208.000 rekening SimPel baru bagi siswa-siswi di seluruh kabupaten/kota se-NTT.

Namun, Gubernur menekankan bahwa keberhasilan gerakan tersebut tidak semata-mata diukur berdasarkan jumlah rekening yang dibuka.

“Target tersebut adalah angka yang besar, namun pemerintah provinsi bukan hanya mengejar jumlah. Kita harus memastikan bahwa rekening yang dibuka itu membangun kebiasaan baru bagi anak-anak kita untuk sejak dini mengenal pengelolaan keuangan sejak sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama BPD Bank NTT, Charlie Paulus, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah kabupaten/kota, OJK, Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dunia pendidikan serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Hari Indonesia Menabung Tahun 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi NTT karena gerakan menabung dilaksanakan secara serentak dengan melibatkan seluruh daerah.

Ia menegaskan bahwa menabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi merupakan bagian dari kemampuan mengelola keuangan secara baik sebagai bekal mempersiapkan masa depan.

“Menabung itu bukan sekadar memiliki uang, tetapi bagaimana kita mengelola keuangan kita secara baik. Biarlah menabung menjadi bagian dari persiapan untuk masa depan,” pesannya kepada para pelajar.

Dirut Bank NTT juga mengajak anak-anak dan generasi muda untuk mempersiapkan masa depan sejak dini melalui kebiasaan positif, termasuk menabung dan belajar mengelola keuangan secara bijak.

Ia menyampaikan apresiasi dan kebanggaan Bank NTT atas pelaksanaan pembukaan rekening SimPel secara serentak yang menjadi bagian dari upaya Nusa Tenggara Timur mencatatkan capaian pada Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Menurutnya, pencapaian tersebut bukan sekadar persoalan rekor, tetapi harus dimaknai sebagai momentum untuk membangun gerakan menabung yang memberikan manfaat nyata bagi generasi muda NTT.

“Kita bangga bahwa Bank NTT dapat mencatatkan diri dalam rekor untuk kegiatan hari ini. Namun yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak kita ke depan dapat terus membangun kebiasaan yang baik untuk masa depan mereka,” ujarnya.

Dirut Bank NTT juga menyampaikan keprihatinan terhadap musibah gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Flores. Ia mengapresiasi para pegawai Bank NTT yang tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat dan nasabah di tengah kondisi bencana.

Menurutnya, semangat pelayanan dan kebersamaan tersebut merupakan bagian dari komitmen Bank NTT untuk tetap hadir bersama masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Sejalan dengan pesan Gubernur NTT dan Bank NTT, Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, S.H., M.H., mengajak para pelajar dan generasi muda di Kabupaten Alor untuk menjadikan menabung sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Rocky, menabung tidak sekadar menyisihkan uang, tetapi juga merupakan bagian dari pendidikan karakter yang mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan mengendalikan keinginan serta perencanaan masa depan.

“Menabung harus kita bangun menjadi sebuah kebiasaan dan budaya sejak dini. Anak-anak dan generasi muda perlu diajarkan bahwa setiap rupiah yang disisihkan hari ini merupakan bagian dari persiapan untuk masa depan,” ujar Rocky.

Ia mengatakan, perkembangan teknologi dan semakin mudahnya akses terhadap layanan keuangan harus diimbangi dengan pemahaman yang baik. Karena itu, literasi keuangan harus berjalan seiring dengan inklusi keuangan.

“Kita tidak hanya ingin masyarakat menjadi pengguna layanan keuangan, tetapi juga menjadi masyarakat yang cerdas dalam mengambil keputusan keuangan. Literasi keuangan harus berjalan seiring dengan inklusi keuangan,” katanya.

Wakil Bupati juga mengajak keluarga dan sekolah untuk menjadi lingkungan utama dalam membentuk kebiasaan menabung. Anak-anak perlu dibiasakan menyisihkan sebagian uang yang dimiliki dan tidak hanya menabung ketika memiliki kelebihan.

“Mari kita mulai dari hal yang sederhana. Tidak harus menunggu memiliki uang yang banyak untuk menabung. Yang paling penting adalah membangun kebiasaan, konsisten dan memiliki tujuan,” ungkapnya.

Ia berharap Hari Indonesia Menabung tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama yang terus dilakukan di sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat.

Sementara itu, Pimpinan Bank NTT Cabang Kalabahi Glanthyano S.R. Ndoen mengatakan, pelaksanaan Hari Indonesia Menabung menjadi momentum untuk memperluas pembukaan rekening SimPel sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar Kabupaten Alor.

Ia menjelaskan, pembukaan rekening SimPel dilakukan secara serentak di seluruh NTT. Untuk Kabupaten Alor, alokasi awal berada pada kisaran 6.000 rekening.

Namun, setelah dilakukan proses cleansing berupa pemutakhiran dan validasi data, jumlah rekening yang berhasil dihimpun di Kabupaten Alor mencapai sekitar 8.000 rekening yang telah dinyatakan bersih dan valid.

Glanthyano menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak akan berhenti pada kegiatan seremonial. Bank NTT Cabang Kalabahi akan melanjutkan gerakan tersebut melalui edukasi dan pelayanan dari sekolah ke sekolah.

“Setelah ini kita tidak terbatas sampai pada kegiatan seremonial saja. Kita akan terus bergerak dari sekolah ke sekolah sebagai langkah konkret kita sebagai Bank NTT untuk mendukung pemerintah daerah, khususnya dalam literasi dan inklusi keuangan,” ujar Glanthyano.

Ia juga mengajak para guru dan orang tua untuk ikut membangun kebiasaan menabung pada anak-anak. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat dimulai dengan menyisihkan sebagian uang saku secara rutin.

“Jangan menabung dari sisa uang yang hampir habis. Ketika menerima uang, sisihkan terlebih dahulu untuk ditabung. Misalnya dari Rp100.000, bisa disisihkan 10 sampai 20 persen untuk ditabung,” jelasnya.

Menurut Glanthyano, melalui SimPel, anak-anak tidak hanya diperkenalkan pada kebiasaan menabung, tetapi juga mulai mengenal layanan perbankan dan belajar mengelola keuangan secara sederhana.

Bank NTT Cabang Kalabahi, lanjutnya, siap terus mendukung Pemerintah Kabupaten Alor dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, terutama di kalangan pelajar.

Di Kabupaten Alor, Puncak Hari Indonesia Menabung Provinsi NTT Tahun 2026 dipusatkan di halaman SD GMIT Wolwal, Kecamatan Alor Barat Daya, dengan mengikuti agenda utama secara daring melalui Zoom Meeting dari Kabupaten Rote Ndao.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Alor Iskandar Lakamau, S.H., M.Si., didampingi istri, Ny. Fifia M. S. Selly, Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, S.H., M.H., bersama istri yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Alor, Ny. Lidia Siawan Winaryo, serta Pimpinan Bank NTT Cabang Kalabahi Glanthyano S.R. Ndoen.

Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Alor Syafyuddin A.I. Djawa, S.H., Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Alor Moh. Ridwan Nampira, S.Sos., Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Alor Ferdy I. Lahal, S.H., Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Alor sekaligus Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor Mas Nurdin, S.T., Kepala SD GMIT Wolwal Magdalena Manubulu, S.Pd.SD., bersama jajaran guru, Ketua Majelis Jemaat Ebenhaezer Wolwal, Pdt. Lukas Leba, S, Th. Kepala Desa Wolwal, para pelajar SD dan TK serta insan pers.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk mengikuti langsung rangkaian Hari Indonesia Menabung sekaligus mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menabung dan mengelola keuangan sejak dini.

Puncak Hari Indonesia Menabung Tahun 2026 juga berlangsung dalam suasana keprihatinan atas musibah gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Flores pada 15 Agustus 2026.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT menyampaikan solidaritas kepada masyarakat Flores yang terdampak bencana. Atas nama Pemerintah dan masyarakat NTT, Gubernur menegaskan bahwa masyarakat Flores tidak sendiri dalam menghadapi musibah tersebut.

Gubernur menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan penanganan di berbagai wilayah terdampak dengan dukungan Pemerintah Pusat serta berbagai kementerian dan lembaga.

Pesan solidaritas tersebut turut menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam kegiatan di Kabupaten Alor. Sebagai bagian dari keluarga besar Nusa Tenggara Timur, masyarakat Alor turut menyampaikan dukungan dan doa bagi masyarakat Flores yang terdampak.

Puncak Hari Indonesia Menabung Provinsi NTT Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk membangun budaya menabung yang berkelanjutan di seluruh daerah.

Gerakan tersebut tidak berhenti pada pembukaan rekening, tetapi diarahkan untuk membentuk kebiasaan baru bagi generasi muda dalam mengelola keuangan secara bijak. Dari sekolah, budaya menabung diharapkan tumbuh dalam keluarga dan masyarakat, sehingga melahirkan generasi NTT yang lebih disiplin, mandiri dan siap mempersiapkan masa depan.

Penulis         :  Tim Redaksi Prokompim Setda Kabupaten Alor
Editor           :  Redaksi Prokompim
Foto             :  Tim Dokumentasi Prokompim